This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 27 November 2016

Kisah Singkat Nabi Adam

Jaman dahulu kala, Alloh menciptakan penguasa/pengelola bumi yang dibekali akal dan nafsu. Selanjutnya, penguasa itu diberi nama Adam dan diberi ilmu pengetahuan oleh Alloh. Kemudian pada suatu ketika, dikumpulkanlah para malaikat termasuk Iblis. Mereka ditanya tentang suatu pengetahuan (disuruh menyebut nama-nama benda). Tentu saja mereka tidak tahu. kemudian disuruhlah Adam menyebut nama-nama benda itu. Tentu saja adam tahu karena diajari oleh Alloh.
kemudian, para malaikat disuruh bersujud kepada Adam untuk menghormati karena kelebihan ilmu pengetahuan itu. Tapi ada satu yang tidak mau, yaitu Iblis karena menganggap adam lebih rendah karena diciptakan Alloh dari tanah, sedangkan dirinya diciptakan dari api. Karena hal itu, Alloh mengutuk Iblis dan mengusirnya dari surga dan menjadikannya golongan sesat yang akhirnya nanti masuk neraka.
Singkat cerita, Adam tinggal di surga dengan segala fasilitasnya. Walaupun demikian, dia merasa kesepian karena tidak memiliki pasangan hidup. Selanjutnya, Alloh menciptakan pasangan hidup Adam dan diberi nama Hawa. Adam dan Hawa ini selanjutnya hidup bahagia di surga.
Suatu hari, datang Iblis membujuk Adam dan Hawa untuk memakan suatu buah dari pohon yang telah dilarang Alloh. Karena tipu daya yang sangat hebat, mereka berdua memakannya dan tentunya menjadi durhaka kepada Alloh. Kemudian datanglah angin ribut dan buyarlah suasana surga baginya. Mereka telanjang tanpa pakaian sehingga menutupi tubuh masing – masing dengan daun surga. Dan ternyata mereka telah turun ke dunia pada tempat yang berbeda. Merekapun sadar telah melakukan kesalahan dan bertaubat kepada Alloh. Kemudian, Alloh mengampuni mereka.
Selang beberapa lamanya, mereka kemudian bertemu di suatu tempat dan mulai memiliki keturunan hingga akhir hayatnya dengan tetap beribadah kepada Alloh.
Demikian kisah hidup mereka..
Dalam Qur’an, nabi Adam disebut sebanyak 548 kali secara acak dalam surat yang berbeda – beda. Artikel ini akan saya update dengan menampilkan semua ayat yang akan saya urutkan sesuai dengan jalan cerita di atas.
Sumber:https://sahrulsaleh.wordpress.com/2011/08/10/kisah-singkat-nabi-adam/

Kisah Lengkap Nabi Syu’aib Dan Penduduk Madyan

Dunia Nabi ~ Nabi Syu’aib adalah seorang rasul dari keturunan  Nabi Luth. Nabi Syu”aib diutus oleh Allah kepada  penduduk Madyan. Madyan merupakan wailayah di negeri Arab, yaitu di daerah Syria. Penduduk Madyan terdiri dari orang-orang kafir. Mereka menyembah Aikah, yaitu patung yang terletak di padang pasir. Nabi Syu”aib menyeru kepada penduduk Madyan untuk meninggalkan perbuatan syirik tersebut.
Penduduk Madyan juga tidak berlaku adil dalam  hal kegiatan perdagangan. Mereka seringkali berbuat kecurangan  dengan mengurangi hasil timbangan. Akibatnya, mereka  mendapatkan hasil kekayaan dari cara yang tidak halal. Nabi Syu”aib menegur dengan cara yang santun kepada penduduk Madyan supaya berlaku adil dalam hal timbangan. Selain itu suka berbuat curang, mereka  melakukan kezaliman kepada kaum yang lemah. Seruan Nabi Syu”aib tidak diperdulikan oleh kaumnya, bahkan mereka justru mencerca dakwah yang disampaikan oleh Nabi Syu”aib. Menghadapi hal itu, Nabi Syu”aib tetap sabar dan tidak berputus asa.

Dengan penuh kesabaran Nabi Syu”aib mengajak kaumnya,yaitu penduduk Madyan  untruk menyembah Allah swt Yang Maha Esa. Ia menerangkan  kepada  kaumnya bahwa berhala itu tidak dapat menolong mereke. Dengan keangkuhannya, kaum  Nabi Syu”aib tetap menyembah berhala. Mereka tidak memperdulikan seruan Nabi Syu”aib.

Kisah tentang dakwah Nabi Syu”aib dan kaumnya diantaranya diceritakan dalam Surat Asy-Syu”araa” ayat 181-184, “Sempurnakanlah takaran dan janganlah kamu termasuk orang –orang yang yang merugikan, dan timbanglah dengan timbangan yang lurus dan benar. Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat kerusakan, dan bertaqwalah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan umat-umat yang dahulu.”

Penghinaan Terhadap Nabi Syu’aib

Nabi Syu’aib terus berdakwah kepada penduduk Madyan. Ia tidak berputus asa sekalipun penduduk Madyan menolak seruannya. Nabi Syu”aib terus mengajak kaumnya untuk menyembah kepada Allah swt. Ia menerangkan kepada kaumnya bahwa berhala itu tidak dapat menolong  mereka. Berhala- berhala itu hanyalah  benda mati yang tidak berguna. Selama berdakwah, hinaan dan ejekan telah sering diterima oleh Nabi Syu”aib. Mereka menganggap Nabi Syu”aib gila dan bodoh, padahal Nabi Syu”aib adalah seorang yang sangat bijak dan pandai.

“Hai Syu”aib, apakah agamamu yang meminta kami meninggalkan agama nenek moyang kami ? Sesungguhnya kamu adalah orang yang sangat penyantun dan pandai”.

Kata salah seorang penduduk Madyan dengan nada mengejek Nabi Syu”aib berkata, “Sesungguhnya aku hanya bermaksud mendatangkan kebaikkan  kepada kalian. Aku hanya melaksanakan petunjuk dari Allah. Hanya kepada  Allah kita akan kembali.” Kaum Nabi Syu”aib  tetap tidak mau menerima ajaran Nabi Syu”aib. Hanya  sedikit  dari mereka yang mengikuti ajaran Nabi Syu”aib.

Nabi Syu”aib juga mengingatkan kepada kaumnya  tentang azab Allah bagi orang-orang yang kufur. Dengan kesombongannya mereka justru meminta azab segera didatangkan karena mereka menganggap hal itu  adalah gurauan semata. Sungguh mereka adalah orang-orang yang merugi.

Azab Untuk Kaum Nabi Syu’aib

Nabi Syu”aib telah menyeru kepada penduduk Madyan untuk menyembah kepada Allah. Namun hanya sedikit dari mereka yang mengikuti ajaran Nabi Syu”aib. Banyak dari mereka yang tetap kafir. Mereka seringkali menghina Nabi Syu”aib. Meskipun demikian, Nabi Syu”aib  tetap bersabar. Ia juga meminta mereka bertobat sebelum datangnya azab Allah. Namun, mereka justru meminta azab segera didatangkan karena mereka menganggap itu adalah gurauan semata.

Tidak berapa lama kemudian, Allah menurunkan kemarau dengan udara yang sangat panas. Kerongkongan mereka menjadi kering, sekalipun telah banyak meminum air. Kulit mereka menjadi  kering dan mengelupas. Setelah itu, Allah mendatangkan gumpalan awan hitam di atas kepala mereka. Kemudian, kilat dan suara menggeleger menerpa wilayah penduduk Madyan. Pada saat itu juga, bumi berguncang. Seluruh orang yang ingkar mati.

Di antara ayat-ayat Al-Quran  yang mengisahkan tentang azab untuk kaum Nabi Syu”aib adalah Surat Al- A”raaf ayat 91 – 92, “Kemudian mereka ditimpa gempa, maka  jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di dalam rumah-rumah mereka, yaitu orang-orang yang mendustakan Nabi Syu”aib seolah-olah mereka belum pernah berdiam di kota itu, orang-orang yang mendustakan Syu”aib, mereka itulah orang-orang yang merugi.”

Dengan cara demikianlah, penduduk Madyan binasa, itulah balasan bagi orang-orang yang ingkar kepada Allah, Sungguh, mereka termasuk orang-orang yang merugi.

Sumber:http://dunia-nabi.blogspot.co.id/2015/03/kisah-lengkap-nabi-syuaib-dan-penduduk-madyan.html

Kisah Lengkap Nabi Shaleh as

Shaleh diutus Allah untuk berdakwah dan menyerukan kebenaran kepada kaum Tsamud. Shaleh sendiri masih ada hubungan saudara dengan Tsamud, sama-sama keturunan Sam bin Nuh. Adapun silsilah Shaleh: Shaleh bin Abid bin Asif bin Masyih bin Abid bin Hadzir bin Tsamud bin Shaleh bin Arfakhsyad bin Sam bin Nuh. Sedangkan silsilah Tsamud: Tsamud bin Ad bin Irmi bin Shaleh bin Arfakhsyad bin Sam bin Nuh.

Jadi, Tsamud adalah keturunan Ad. Tsamud ini kemudian beranak pinak, bercucu banyak sehingga terbentuklah suatu kaum atau suku yang disebut kaum Tsamud. Sedangkan, Shaleh adalah anak dari Abid, keturunan Tsamud.

Kaum Tsamud menghuni daerah Hadramaut, yakni daratan antara Yaman dan Syam (Syria). Kaum Tsamud ini mempunyai ilmu pengetahuan, keterampilan, dan kecakapan dalam bercocok tanam dan beternak. Dengan keahlian itu, mereka hidup makmur di Hadramaut. Semua itu adalah karunia Allah yang diberikan kepada mereka.

Tidak hanya itu, mereka pun diberi kekuatan fisik yang tangguh. Mereka sanggup mengukir gunung-gunung untuk dijadikan pemandangan indah. Mereka membangun gedung-gedung tinggi. Mereka juga membuat rumah-rumah di tebing-tebing gunung yang dilubangi dan dipahat.

Namun, kaum Tsamud tidak mengenal tuhan. Berhala yang mereka buat sendirilah yang mereka jadikan tuhan. Hukum yang berlaku pun hukum rimba. Hukum yang bertentangan dengan kemanusiaan. Gaya hidup mereka menyimpang jauh dari kebenaran dan kemanusiaan. Orang-orang kaya hidup berfoya-foya, bermabuk-mabukan, berzina, dan lain-lain. Perampokan terjadi disana-sini. Penganiayaan dan perbuatan zalim dapat dijumpai setiap hari. Orang yang lemah menjadi budak dan diperlakukan tidak manusiawi.

Kemudian, Allah mengutus Shaleh kepada kaum Tsamud. Nabi Shaleh berkata, "Wahai Saudaraku, kaum Tsamud, kebiasaanmu menyembah berhala itu sangat keliru. Sesungguhnya, Tuhan yang wajib kalian sembah adalah Allah."

"Hai Shaleh! Siapakah Allah itu?" tanya salah seorang dari mereka.

"Dia adalah Tuhan sekalian manusia, sekalian makhluk. Dialah yang berkuasa atas segala-galanya. Dialah tempat meminta ampunan, tempat memohon pertolongan dari kesulitan," kata Nabi Shaleh menjelaskan.

"Coba tunjukkan dimana Tuhanmu itu. Bagaimana wujudnya, apakah sama dengan tuhan-tuhan kami?"

"Masya Allah, kalian sungguh keterlaluan. Kalian tidak akan mampu melihat wujud Allah," jawab Nabi Shaleh.

"Pembual! Omong kosong kau, hai Shaleh. Aku tidak memercayai omonganmu sedikit pun sebelum kau menunjukkan bukti, mukjizatmu kepada kami. Tunjukkanlah bukti-bukti kehebatanmu sebagai nabi utusan Tuhanmu itu! Baru kami akan memercayai dan mengikutimu!" kata orang-orang Tsamud. Dialog ini diterangkan di dalam Al Quran Surah Huud (11):61-62.

Kaum Tsamud tidak menghiraukan perkataan Nabi Shaleh. Mereka bahkan menganggap Nabi Shaleh gila, terkena sihir atau kerasukan setan sehingga omongannya ngawur. Mereka hanya akan percaya bila Nabi Shaleh bisa menunjukkan tanda-tanda kenabiannya. Maka, Nabi Shaleh pun memohon kepada Allah untuk memberikan mukjizat.

Saat itu pula Allah memerintahkan Nabi Shaleh untuk memukulkan tangannya ke atas permukaan batu yang ada di depannya. Setelah Nabi Shaleh melakukannya, muncullah unta yang gemuk, besar, dan bagus. Tentu saja, kandungan susunya banyak. Orang-orang Tsamud terperanjat semuanya. Saking herannya, mereka bergumam bagaikan suara lebah.

Nabi Shaleh lalu berkata kepada kaumnya, "Hai kaumku, inilah tanda bahwa aku adalah Nabi pesuruh Allah. Sembahlah Allah, dan tinggalkanlah berhala-berhala itu. Kalian jangan mengganggu unta ajaib ini. Binatang ini perlu minum sebagaimana kalian minum. Jika kalian menginginkan susunya, silakan memerahnya!" kata Nabi Shaleh menerangkan. Kisah tentang unta ajaib ini ada di dalam Al Quran Surah Asy-Syu'araa' 26:155-159.

Sejak awal, Nabi Shaleh telah memperingatkan kaum Tsamud. Mereka dilarang mengganggu unta itu, apalagi membunuhnya. Sebab, unta itu bukan sembarang unta, melainkan mukjizat dari Allah. Jika sampai ada yang membunuhnya, dikhawatirkan Allah akan murka.

Sejak itulah, sang unta berkeliaran. Ia berpindah-pindah tempat kemana pun ia suka. Setiap hari, orang-orang antre untuk mendapatkan susunya. Anehnya, susu itu keluar terus walaupun banyak orang yang memerahnya.

Pembunuhan Unta

Dengan hadirnya unta itu, sebagian dari mereka merasa senang. Hal ini karena mereka bisa mendapatkan susu setiap hari. Namun demikian, diam-diam ternyata ada beberapa orang yang sangat tidak menyukai kehadiran unta ajaib itu. Mereka adalah orang-orang yang sudah sejak lama tidak menyukai Nabi Shaleh.

Pada suatu malam, mereka berunding untuk membunuh unta tersebut. Mereka khawatir jika unta itu dibiarkan terus hidup, akan semakin banyak orang yang beriman dan mengikuti nabi Shaleh. Akhirnya, para pemimpin orang-orang kafir sepakat untuk melenyapkan unta Nabi Shaleh. Kemudian, mereka menunjuk seorang pemuda berbadan kekar untuk melaksanakan tugas itu.

Keesokan harinya, tatkala matahari muncul di ufuk timur, orang-orang berbondong-bondong mengambil air di telaga sebagaimana biasanya. Setelah itu, para penduduk menyambut kedatangan unta. Lalu, mereka memerah susunya secara bergiliran. Orang-orang kafir yang fanatik kepada berhalanya semakin panas hati. Diam-diam, seorang pemuda kafir sedang menanti saat yang tepat untuk membunuh unta itu. Ketika orang-orang sudah meninggalkan unta itu, si pemuda pun membunuhnya.
Setelah mengetahui untanya disembelih, Nabi Shaleh marah bukan main. Ia segera menuju telaga. Sesampainya disana, Nabi Shaleh berkata, "Wahai kaumku! Siapakah yang berani-beraninya membunuh unta ajaib itu?"

Pemuda yang membunuh unta itu berkata, "Akibat untamu itu, telaga menjadi kotor. Orang-orang tergila-gila pada air susunya. Kamilah yang membinasakannya."

"Apakah engkau tidak ingat? Aku telah memperingatkan, jangan sekali-kali kalian mengganggu unta itu. Apalagi sampai membunuhnya. Bila kalian melakukannya, berarti kalian siap menerima azab dari Allah," kata Nabi Shaleh.

"Mana mungkin Tuhanmu bisa mengirim azab. Buktikan! Kami ingin tahu dan merasakan!" tantang mereka.

Kehancuran Kaum Tsamud

Setelah tantangan kaum Tsamud itu, Nabi Shaleh memberi tahu bahwa azab akan datang tiga hari lagi. Hal ini dijelaskan Allah dalam Surah Huud (11):65, "Mereka membunuh unta itu. Maka berkatalah Nabi Shaleh, "Bersukarialah kamu sekalian di rumah selama tiga hari. Itu adalah janji yang tidak dapat didustakan."

Pada hari pertama setelah pembunuhan unta, masih terasa biasa-biasa saja. Hari kedua pun sama. Akhirnya, pada hari ketiga, janji Allah datang. Langit menjadi gelap. Orang-orang mulai panik. Sementara Nabi Shaleh dan pengikutnya, orang-orang beriman sudah pergi menyelamatkan diri. Petir pun menyambar orang-orang kafir.

Al Quran mengatakan, "Maka mereka berlaku angkuh terhadap perintah Tuhanny, lalu mereka di sambar petir sedang mereka melihatnya." (QS. Adz-Dzaariyaat (51):44).

Mereka juga diguncang gempa. Mereka pun mati di dalam rumah mereka. Allah berfirman, "Karena itu mereka ditimpa gempa. Karena itu, jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat tinggal mereka." (QS. Al-A'raaf[7]:78).

Sumber:http://dunia-nabi.blogspot.co.id/2016/08/kisah-lengkap-nabi-shaleh-as.html

Sejarah Singkat Kisah Nabi Sulaiman AS

Sulaiman menjadi Raja setelah ayahnya wafat, pada waktu itu ia baru berusia tiga belas (13) tahun. Allah SWT member keistimewaan kepada Sulaiman, selain sebagai raja yang besar ia juga sebagai Nabi. Keistimewaan Nabi Sulaiman yaitu pikirannya yang cerdas dan ilmunya yang sangat luas, Nabi Sulaiman dapat berhubungan langsung dengan makhluk lainnya seperti Jin, Semut, dan burung. Semua makhluk patuh kepada perintahnya dengan seizing Allah SWT.
Nabi Sulaiman menyeru umatnya menyembah Allah SWT seperti Firman Allah dalam surat Al Hijr ayat 94 yang berbunyi : “Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik”.

Waktu Nabi Sulaiman AS berkuasa ada seorang Ratu yang bernama Ratu Bulqis. Ratu Bulqis dari Kerajaan Negeri Saba, Ratu Bulqis tersebut dan rakyatnya menyembah Matahari. Mengetahui akan hal itu, Nabi Sulaiman mengirim surat dan surat itu dibawa langsung oleh burung Hudhud dan disampaikan kepada Ratu Bulqis. Ratu Bulqis menjawab surat Nabi Sulaiman, aku akan menghadap sendiri kata Ratu Bulqis. Setelah menghadap ia sangat kagum melihat istana yang besar dan indah dan ia juga kagum melihat Nabi Sulaiman mengatur Kerajaannya dengan bijaksana.

Akhirnya Ratu Bulqis mau beriman, ia mengakui Nabi Sulaiman sebagai Rasul. Nabi Sulaiman wafat pada usia 180 tahun, ia wafat setelah melaksanakan tugas Kenabian dan Kerasulannya.
Mukjizat Nabi Sulaiman adalah
  1. Dapat berbicara dengan hewan
  2. Dapat memerintah Jin dan Setan dengan seizing Allah SWT.
  3. Dapat memerintah angin dengan seizing Allah SWT.

Sumber:http://putraputraanggo.blogspot.co.id/2014/01/sejarah-singkat-kisah-nabi-sulaiman-as.html

Kisah Nabi Nuh Dan Kaumnya

 Nabi Nuh adalah keturunan kesembilan dari Nabi Adam as. Ayahnya bernama Lamik bin Metusyalih bin Idris as. Dengan demikian, ia adalah nabi keempat sesudah Nabi Adam, Nabi Syits, Nabi Idris. Nabi Nuh adalah seorang yang saleh, sabar, dan bijaksana. Ia juga termasuk orang yang banyak bersyukur.

kisah-nabi-nuh

Allah memuji sifat Nabi Nuh yang banyak tafakur dan bersyukur. Kaum Nabi Nuh adalah kaum yang pertama kali menyembah berhala. Mereka menyembah patung-patung yang dibuat oleh mereka sendiri. Kaum Nabi Nuh dikenal sebagai Bani Rasib. Mereka tinggal di wilayah Babel Irak. Dahulunya mereka menyembah Allah Ta’ala. Mereka beribadah dan taat kepada Allah. Di antara mereka terdapat orang-orang yang saleh, rajin beribadah, berlaku adil, dan bijaksana. Orang-orang Bani Rasib sangat menghormati dan memuliakan mereka. Di antara mereka terdapat lima orang yang sangat terkenal, yaitu Wudd, Suwaa, Yaghuts, Ya’uq, dan Nasr.

Suatu ketika, lima orang tersebut meninggal dunia. Orang-orang Bani Rasib sangat bersedih. Dalam kesedihan yang mendalam, iblis berhasil memunculkan ide dalam pikiran mereka untuk membuat patung-patung kelima orang tersebut. Hal itu merupakan wujud kecintaan mereka kepada kelima orang yang meninggal itu.

Melalui patung-patung itu, mereka mengingat orang-orang yang sangat dikasihinya. Kemudian, patung-patung itu dimasukkan ke dalam rumah-rumah mereka. Lama-kelamaan, mereka juga menyucikan dan memuliakan patung-patung itu. Setelah beberapa generasi, kegiatan itu menjadi kegiatan ibadah. Akhirnya, mereka melupakan Allah SWT. Sejak saat itu, mereka menjadi kaum yang kufur dan syirik. Inilah kaum yang pertama kali menyembah berhala. Setan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah. Mereka adalah golongan setan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan setan adalah golongan yang merugi (Al-Quran Surat Al-Mujaadilah ayat 19).

Nabi Nuh as Dituduh Sebagai Orang Pendusta

Kaum Nabi Nuh telah melakukan syirik dengan menyembah berhala. Oleh karena itu, Allah mengutus Nabi Nuh untuk member peringatan kepada mereka. Nabi Nuh berdakwah kepada kaumnya untuk meninggalkan perbuatan syirik itu dan hanya menyembah kepada Allah SWT. Nabi Nuh memberi peringatan adanya siksaan bagi orang yang kafir, “Wahai kaumku, janganlah kamu menyembah selain Allah. Aku khawatir kamu akan ditimpa azab di akhirat nanti”, kata Nabi Nuh.

Mereka menghina kata-kata Nabi Nuh. “Apakah kelebihanmu sehingga kamu berdakwah kepada kami ? Kami lihat kamu seperti manusia biasa. Hanya orang-orang bodoh yang percaya pada kata-kata kamu. Bagi kami, kamu adalah seorang pendusta yang ingin menyesatkan kami,” kata orang-orang kafir itu. Nabi Nuh dengan sabar menjawab, “Wahai kaumku, aku ini bukanlah orang yang sesat seperti yang kamu tuduhkan. Aku adalah seorang utusan Allah yang ditugaskan untuk berdakwah. Hal ini untuk kebaikanmu supaya kamu tidak mendapat siksaan nanti”.

Nabi Nuh terus berdakwah tanpa mengenal lelah. Ia mengajak kaumnya untuk menyembah Allah, Tuhan Yang Menciptakan Alam Semesta. Akan tetapi, setelah sekian lama berdakwah, hanya sedikit yang mau menjadi pengikutnya. Mereka tetap saja ingkar dan menyembah berhala. Menghadapi kaumnya yang ingkat itu, Nabi Nuh berdoa, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menyeru kepada kaumku selama siang dan malam. Akan tetapi, seruanku itu hanya menambah mereka lari dari kebenaran”. Setiap kali Nabi Nuh berdakwah kepada mereka agar Allah mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jari mereka ke dalam telinga dan menutup wajah dengan bajunya. Kaum Nabi Nuh tetap menolak ajakan Nabi Nuh. Mereka tetap menyembah berhala yang tidak memberikan manfaat apapun.

Nabi Nuh tetap sabar dan tidak pernah mengabaikan tugasnya sebagai Rasul. Beratus-ratus tahun lamanya, ia menyeru kaumnya untuk meninggalkan penyembahan berhala. Namun, mereka tidak mengindahkannya. Hanya sedikit yang menjadi pengikut Nabi Nuh. Nabi Nuh sangat kecewa. Pada umumnya, pengikut Nabi Nuh adalah orang-orang biasa atau kaum miskin. Kemudian, Nabi Nuh berdoa agar Allah menurunkan azab kepada kaum yang kafir. Ia berucap, “Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi. Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka tidak akan melahirkan selain anak yang berbuat maksiat lagi sangat kafir. Ya Tuhanku ! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman, dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan” (QS. Nuh : 26-27). Nabi Nuh sangat kecewa dan sedih karena dakwahnya tidak menyadarkan kaumnya. Pada akhirnya nanti, Allah benar-benar mengabulkan doa Nabi Nuh.

Usia Nabi Nuh as

Nabi Nuh telah berdakwah sangat lama. Sebagian ahli tafsir menyatakan bahwa Nabi Nuh ialah Nabi yang paling lama berdakwah dibandingkan Nabi-Nabi yang lain. Ayat 14 surat Al-Ankabut menyatakan bahwa Nabi Nuh tinggal bersama kaumnya selama 950 tahun. Namun usia Nabi Nuh hingga ia meninggal tidak diketahui secara pasti. Selama beratus-ratus tahun, Nabi Nuh tiada putus-putusnya berdakwah kepada kaumnya. Selama itu pula, ia banyak memperoleh tantangan, cemooh, hinaan, cacian, dan ejekan. Bahkan kaumnya menuduhnya sebagai orang gila dan seorang pendusta. Nabi Nuh telah lama berdakwah, tetapi pengikutnya hanya sedikit. “Dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu, kecuali sedikit” (QS. Surat Hud : 40). Namun Nabi Nuh tetap bersabar dan tidak berputus asa. Kesabaran Nabi Nuh ini dapat kita teladani. Nabi Nuh selalu bersabar dari perbuatan buruk kaumnya terhadap dirinya.

Sumber:http://dunia-nabi.blogspot.co.id/2014/09/kisah-nabi-nuh-dan-kaumnya.html

Kisah Nabi Daud as Secara Singkat

Sesudah Nabi Musa dan Nabi Harun wafat, kaum Bani Israil dipimpin oleh Yusya’ bin Nun. Kepemimpinan Yusya’ bin Nun itu mereka dapat menguasai tanah Palestina dan bertempat tinggal di istana.Namun setelah Yusya’ bin Nun meninggal, mereka terpecah belah. Isi kitab Taurat berani mereka rubah dan ditambah-tambah. Mereka suka bersaling pendapat akhirnya hilanglah kekuatan persatuan mereka. Tanah Palestina diserbu dan dikuasai bangsa lain. Bani Israil menjadi bangsa jajahan yang tertindas. Mereka merindukan datangnya seorang pemimpin yang tegas dan gagah berani untuk berperang melawan penjajah.

Pada suat hari mereka pergi menemui Nabi Samuel untuk minta petunjuk. “Wahai Samuel“, kata mereka. “Angkatlah salah seorang di antara kami sebagai Raja yang akan memimpin kita berperang melawan penjajah”. “Aku khawatir bila sudah mendapat pemimpin yang dipilih Allah kalian justru tidak mau berangkat berperang”, kata Nabi Samuel. “Kita sudah lama menjadi bangsa tertindas”, kata mereka. Kita tidak mau menderita lebih lama lagi. Kita harus menegakkan agama Allah. Karena terdesak oleh kaumnya, Nabi Samuel kemudian berdoa kepada Allah. Doanya dikabulkan dan Thalut diangkat sebagai raja yang memimpin mereka.

Begitu nama Thalut diucapkan oleh Nabi Samuel, mereka justru menolak. Karena nama Thalut tidak begitu dikenal. Ia hanya seorang petani biasa. Malah bisa digolongkan orang yang miskin. Nabi Samuel kemudian menjelaskan bahwa walaupun Thalut itu hanya petani biasa namun ia pandai strategi perang, tubuhnya kekar dan kuat dan pandai ilmu tata Negara. Akhirnya mereka mau menerima Thalut sebagai Raja mereka.

Jalut Dan Daud

Thalut mengajak orang-orang yang tak punya ikatan rumah tangga dan perdagangan ke medan perang. Dengan memilih orang-orang terbaiknya itu, ia berharap mereka dapat memusatkan diri pada pertempuran dan tak menghiraukan lagi urusan rumah tangga dan perdagangan. Salah seorang anak muda yang ikut dalam barisan Thalut adalah seorang remaja bernama Daud. Ia diperintah ayahnya untuk menyertai kedua kakaknya yang maju ke medan perang. Daud tidak diperkenankan maju ke garis depan, ia hanya disuruh melayani kedua kakaknya. Tempatnya di garis belakang, jika kakaknya lapar atau haus dialah yang melayani dan menyiapkannya.

Tentara Thalut sebenarnya tidak seberapa banyak. Jauh lebih besar dan lebih banyak tentara Jalut sang penindas. Jalut sendiri adalah seorang panglima perang yang bertubuh besar seperti raksasa. Setiap orang yang berhadapan dengannya selalu binasa. Tentara Thalut gemetar saat melihat keperkasaan musuh-musuhnya itu. Demi melihat tentaranya ketakutan, Thalut berdoa kepada Allah : “Ya Tuhan kami, curahkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang yang kafir”.

Maka dengan kekuatan doa itu mereka menyerbu tentara Jalut. Mereka bertempur dengan gagah berani, tentara Jalut tak mengira lawan yang berjumlah sedikit itu mempunyai keberanian bagaikan singa yang sedang terluka. Akhirnya Jalut dapat diporak-porandakan dan lari cerai berai. Tinggal Jalut sang panglima dan beberapa pengawalnya yang masih tersisa. Thalut dan pengikutnya tak berani berhadapan dengan raksasa itu. Lalu diumumkannya oleh Thalut bahwa siapa yang dapat membunuh Jalut maka ia akan diambil sebagai menantunya. Tak disangka dan diguga Daud yang masih berusia remaja tampil ke depan. Minta izin kepada Thalut untuk menghadapi Jalut. Mula-mula Thalut ragu, mampukah Daud yang masih muda itu mengalahkan Jalut, namun setelah didesak oleh Daud ia mengizinkan anak muda itu maju ke medan perang. Dari kejauhan Thalut melihat sepak terjang Daud yang menantang Jalut. Jalut memang sombong, ia telah berteriak berkali-kali menantang orang-orang Israil untuk berperang tanding. Ia juga mengejek bangsa Israil sebagai bangsa pengecut dan hinaan-hinaan lainnya yang menyakitkan hati.

Tiba-tiba Daud muncul di hadapan Jalut. Jalut tertawa terbahak-bahak melihat anak muda itu menantangnya duel. Daud tidak membawa senjata tajam melainkan hanya senjata ketapel. Berkali-kali Jalut melayangkan pedangnya untuk membunuh Daud namun Daud dapat menghindar dengan gesitnya. Pada suatu kesempatan Daud berhasil melayangkan peluru batu ketapelnya tepat diantara kedua mata Jalut. Jalut berteriak keras, roboh dengan dahi pecah dan mati. Dengan demikian menanglah pasukan Thalut melawan Jalut. Daud diangkat sebagai menantu Raja Thalut. Dijodohkan dengan anak Thalut yang bernama Mikyal.

Ketika Daud Menjadi Raja

Disamping menjadi menantu Raja, Daud juga diangkat sebagai penasihatnya. Ia dihormati semua orang, bahkan rakyatnya seolah lebih menghormati Daud dari pada Thalut. Hal ini membuat Thalut iri hati. Ia berusaha mencelakakan Daud ke medan perang yang sulit. Daud ditugaskan membasmi musuh yang jauh lebih kuat dan besar jumlahnya. Namun Daud justru memenangkan pertempuran itu dan kembali ke istana dengan disambut luapan kegembiraan rakyatnya. Thalut makin merasa iri hati dan sakit hati atas kepopuleran Daud di mata rakyatnya. Ia terus mencoba membunuh dan menyingkirkan Daud dengan berbagai cara namun selalu menemui kegagalan. Daud dilindungi oleh Allah SWT.

Akhirnya terjadilah perang terbuka, dalam peperangan itu Thalut tewas. Setelah Thalut mati dan putra mahkotanya juga mati dalam pertempuran melawan orang-orang yang berpihak kepada Daud, maka Daud diangkat sebagai Raja Israil yang baru.

Keistimewaan Nabi Daud as

Nabi Daud as diistimewakan Allah, yaitu dengan ditundukkannya gunung-gunung supaya bertasbih memuji Allah bersama Nabi Daud pada waktu pagi, siang dan malam. Demikian pula burung-burung telah ditundukkan kepada Daud untuk berkumpul memuji Allah bersama Nabi Daud as.

Cara Nabi Daud Mengatur Kesehariannya

Nabi Daud as membagi hari-harinya menjadi empat bagian sehari untuk beribadah, sehari menjadi hakim, sehari untuk memberikan pengajaran dan sehari lagi untuk kepentingan pribadi.

Puasa Nabi Daud as

Nabi Daud as suka berpuasa, beliau berpuasa sehari dan berbuka puasa sehari. Jadi sehari puasa sehari tidak.

Teguran Allah Terhadap Nabi Daud as

Para Nabi adalah manusia yang menjadi contoh teladan, jika ia bermasalah maka Allah segera memperingatkannya. Demikian pula halnya dengan Nabi Daud, ia mempunyai isteri Sembilan puluh Sembilan orang. Memang pada saat itu tidak ada pembatasan bagi seorang lelaki untuk memiliki beberapa orang isteri, terlebih bagi seorang Raja. Nabi Daud ingin menggenapkan jumlah isterinya menjadi 100 orang. Pada suatu hari datanglah dua orang lelaki mengadu kepada Nabi Daud : “Saudaraku ini mempunyai kambing sebanyak Sembilan puluh Sembilan ekor. Sedang aku hanya memiliki seekor saja, tetapi ia menuntut dan mendesakku agar kambingku yang hanya seekor itu ku serahkan kepadanya supaya kambingnya genap seratus ekor. Ia membawa berbagai alasan yang tak bisa kubantah karena aku tak pandai berdebat.

“Benarkah ucapan saudaramu itu ? “Tanya Nabi Daud kepada pria lainnya”. Benar, jawab pria itu. “Jika demikian halnya”, kata Daud dengan marah, maka saudaramu telah berbuat zalim. Aku tidak akan membiarkanmu meneruskan perbuatanmu yang semena-mena itu atau engkau akan mendapat hukuman pukulan pada wajah dan hidungmu. “Hai Daud !!” Kata lelaki itu, sesungguhnya engkaulah yang pantas mendapat hukuman yang kau ancamkan kepadaku itu. Bukankah engkau telah mempunyai Sembilan puluh Sembilan isteri, tetapi kenapa kau masih menyunting lagi seorang gadis yang sudah bertunangan dengan pemuda yang menjadi anggota tentaramu sendiri. Padahal pemuda itu setia dan berbakti kepadamu.

Nabi Daud tercengang mendengar ucapan pria yang tegas dan berani itu. Ia berpikir keras siapakah sesungguhnya kedua pria yang beram itu. Mendadak, kedua pria itu hilang lenyap tanpa bekas. Tahulah Nabi Daud bahwa ia telah diperingatkan Allah melalui Malaikatnya. Ia segera bertaubat dan memohon ampun kepada Allah, dan Allah menerima taubatnya.

Mukjizat Nabi Daud as

Diantara mukjizat Nabi Daud yaitu besi dapat dilunakkan seperti lilin dan dapat dirubah sekehendaknya tanpa memakai api atau alat apapun. Dari besi itu pula ia dapat membuat baju besi yang dikokohkan dengan tenunan dari bulatan-bulatan rantai yang berkesinambungan jalin-menjalin. Jenis baju ini membuat pemakainya bebas bergerak. Tidak kaku seperti baju besi yang dibuat dari besi lembaran. Nabi Daud juga dikaruniai suara yang sangat merdu sekali. Sedang kitab yang diturunkan kepada Nabi Daud namanya adalah kitab Zabur yang berisikan pelajaran, peringatan, dan nyanyian pujian kepada Tuhan.

Asal-Usul Baitul Maqdis

Pada sautu hari berjangkitlah penyakit kolera di wilayah kerajaan yang dikuasai oleh Nabi Daud. Banyak rakyat yang mati karena penyakit ini. Nabi Daud kemudian berdoa kepada Allah maka hilanglah penyakit itu. Untuk menunjukkan rasa syukurnya kepada Allah maka Nabi Daud mengajak putranya yaitu Sulaiman untuk membangun tempat suci yaitu Baitul Maqdis.

Sumber:http://dunia-nabi.blogspot.co.id/2014/08/kisah-nabi-daud-as-secara-singkat.html

Sejarah Singkat Kisah Nabi Yusuf AS

Nabi Yusuf adalah putra Nabi Yaqub AS, saudaranya berjumlah sebelas orang. Sejak kecil Yusuf telah menunjukkan sikap yang terpuji, ia anak yang taat dan patuh kepada orang tuanya. Oleh karena itu, ayahnya lebih menyayangi Yusuf dari pada saudaranya yang lain sehingga menyebabkan iri saudaranya dan timbullah niat jahat di hati mereka. Saudara-saudaranya ingin membuang dan membunuh Yusuf, pada suatu hari mereka berkata kepada Ayahnya, kami akan mengajak Yusuf bermain dan berburu tetapi Ayahnya melarang. Percayalah Ayah, kami akan menjaga Yusuf dan dengan senang hati Yusuf mau mengikuti saudara-saudaranya ke hutan. Saudara-saudaranya sepakat untuk membunuh Yusuf, akan tetapi ada yang mengusulkan supaya Yusuf dibuang saja ke dalam sumur.Akhirnya, Yusuf dimasukkan ke dalam sumur. Allah SWT melindungi Yusuf di dalam sumur itu dan ia ditolong oleh rombongan kafilah yang sedang menimba air. Yusuf dijual kepada seorang menteri di Kerajaan Mesir. Pada keluarga ini Yusuf tumbuh menjadi pemuda yang cerdas, tampan, berbudi dan berakhlak baik.

Selama ikut keluarga ini, Yusuf diperlakukan sangat baik oleh istri menteri Mesir. Istri menteri Mesir itu bernama Zulaikha. Pada suatu hari ia melaporkan kepada suaminya. Zulaikha memfitnah bahwa Yusuf telah berbuat jahat kepadanya dan akhirnya Yusuf dimasukkan ke dalam penjara beberapa tahun lamanya. Yusuf sebenarnya tidak bersalah.

Pada suatu hari Raja Mesir bermimpi yang aneh, ia melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk dan ketujuh sapi betina itu dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus. Untuk mengetahui arti mimpi itu, Raja Mesir mengumpulkan para penafsir mimpi. Akan tetapi, para penafsir mimpi itu tidak ada yang dapat menjelaskan tentang arti mimpi Raja Mesir tersebut. Yusuf yang sedang dipenjara menerangkan arti mimpi Raja tersebut dan Yusuf berkatam, bahwa Negeri Mesir akan menjadi makmur selama tujuh tahun, kemudian akan mengalami musim kekeringan selama tujuh tahun pula. Yusuf menyarankan agar rakyat menghemat bahan makanan dan menyimpannya. Dengan demikian, pada musim paceklik tiba Kerajaan Mesir tidak mengalami kelaparan.

Raja Mesir puas atas penjelasannya dan kemudian Yusuf dibebaskan dari penjara. Yusuf diangkat menjadi pegawai di Kerajaan Mesir. Karena kepandaian dan kecerdasan Yusuf diangkat menjadi Menteri. Allah SWT memuliahkan Yusuf menjadi Menteri dan Rasul. Mendengar Yusuf menjadi Menteri dan Nabi, keluarganya sangat senang dan berangkatlah Nabi Yaqub dan anak-anaknya ke Mesir.

Nabi Yusuf menyambutnya dengan senang hati. Nabi Yusuf memaafkan semua saudara-saudaranya yang pernah menganiayanya. Nabi Yusuf seorang Nabi yang memiliki kesabaran yang luar biasa. Akhirnya semua keluarganya tinggal di Mesir.
Mukjizat Nabi Yusuf adalah :
  1. Ahli menafsirkan segala mimpi.
  2. Bajunya dapat menyembuhkan mata bapaknya yang buta dengan diusapkan diwajahnya.
  3. Memiliki wajah yang sangat tampan dan berakhlak yang mulia.
Sumber:http://putraputraanggo.blogspot.co.id/2014/01/sejarah-singkat-kisah-nabi-yusuf-as.html